Objektif laman web ini dibina adalah untuk mengembangkan lagi ilmu pengetahuan serta perkongsian pendapat. Anda bebas untuk melayari atau menyalin bahan-bahan di dalam web ini dengan syarat meletakkan sumber asal bahan tersebut. Persembahan web ini akan berubah-ubah secara rawak dari masa ke semasa. Terima kasih kerana singgah di sini.
Salam Ramadhan untuk Semua.. ..Umat Islam khas para pelatih KSKB Sg. Buloh, Selangor... rakan taulan..
Wahai orang-orang yang beriman,
diwajibkan ke atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan ke atas
orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (al-Baqarah: 183)
(Iaitu) dalam beberapa hari yang
tertentu. Maka barangsiapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam
perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak
hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi
orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa)
membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang
dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik
baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.
(al-Baqarah: 184)
(Pada beberapa hari yang telah
ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan
(permulaan) al-Quran sebagai pertunjuk bagi manusia dan
penjelasan-penjelasan mengenai pertunjuk itu dan pembeda (antara yang
hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di
negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah dia berpuasa pada
bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia
berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang
ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki
kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah
kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas
petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.
(al-Baqarah: 185)
Dihalalkan bagi kamu pada malam hari
bulan puasa (Ramadhan) bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka
adalah pakaian bagimu, dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka. Allah
mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah
mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu. Maka sekarang campurilah
mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan
minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, iaitu
fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi)
janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri’tikaf di dalam
masjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya.
Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya
mereka bertakwa. (al-Baqarah: 187)
Laryngeal cancer may also be called cancer of the larynx or laryngeal
carcinoma. Most laryngeal cancers are squamous cell carcinomas, reflecting their
origin from the squamous cells which form the majority of the
laryngeal epithelium.
Cancer can
develop in any part of the larynx, but the cure rate is affected by the location of the
tumour. For the purposes of tumour staging,
the larynx is divided into three anatomical regions: the glottis (true
vocal cords, anterior and posterior commissures); the supraglottis
(epiglottis,
arytenoids
and aryepiglottic folds, and false cords);
and the subglottis.
Most laryngeal cancers originate in the glottis.
Supraglottic cancers are less common, and subglottic tumours are least
frequent.
Laryngeal cancer may spread by direct extension to adjacent structures, by metastasis
to regional cervical lymph nodes, or more distantly, through the blood
stream. Distant metastates to the lung are most common.
Risk
factors
Smoking is the most important risk
factor for laryngeal cancer. Death from laryngeal cancer is 20 times more
likely for heaviest smokers than for nonsmokers.[1]
Heavy chronic consumption of alcohol, particularly alcoholic spirits, is also significant.
When combined, these two factors appear to have a synergistic effect. Some
other quoted risk factors are likely, in part, to be related to prolonged
alcohol and tobacco consumption. These include low socioeconomic status, male
sex, and age greater than 55 years.
People with a history of head and neck cancer are known to be at
higher risk (about 25%) of developing a second cancer of the head, neck, or
lung. This is mainly because in a significant proportion of these patients, the
aerodigestive tract and
lung epithelium
have been exposed chronically to the carcinogenic effects of alcohol and tobacco. In this
situation, a field change effect may
occur, where the epithelial tissues start to become diffusely dysplastic
with a reduced threshold for malignant change. This risk may be reduced by quitting
alcohol and tobacco.
Symptoms
The symptoms of laryngeal cancer
depend on the size and location of the tumor. Symptoms may include the
following:
Incidence is five in 100,000 (12,500
new cases per year) in the USA.
The American Cancer Society estimated that 9,510 men and women (7,700 men and
1,810 women) would be diagnosed with and 3,740 men and women would die of
laryngeal cancer in 2006.
Laryngeal cancer is listed as a
"rare disease" by the Office of Rare Diseases (ORD) of the National Institutes of Health (NIH).
This means that laryngeal cancer affects fewer than 200,000 people in the U.S.
Each year, about 2,200 people in the
U.K. are diagnosed with laryngeal cancer.
The disease is also rarely seen in
Canada. The disease affected only 128 individuals in the province of British
Columbia in 2009, the majority being males.
Diagnosis
Diagnosis is made by the doctor on
the basis of a medical history, physical examination, and special
investigations which may include a chest x-ray,
CT or MRI scans, and tissue biopsy. The examination of the larynx
requires some expertise, which may require specialist referral.
The physical
exam includes a systematic examination of the whole patient to assess
general health and to look for signs of associated conditions and metastatic
disease. The neck and supraclavicular fossa are palpated to feel
for cervical adenopathy, other masses, and laryngeal crepitus. The oral cavity
and oropharynx
are examined under direct vision. The larynx may be examined by indirect laryngoscopy using a small angled
mirror with a long handle (akin to a dentist's mirror) and a strong light.
Indirect laryngoscopy can be highly effective, but requires skill and practice
for consistent results. For this reason, many specialist clinics now use
fibre-optic nasal endoscopy where a thin
and flexible endoscope,
inserted through the nostril, is used to clearly visualise the entire pharynx and
larynx. Nasal endoscopy is a quick and easy procedure performed in clinic. Local
anaesthetic spray may be used.
If there is a suspicion of cancer, biopsy is
performed, usually under general anaesthetic. This provides histological
proof of cancer type and grade. If the lesion appears to
be small and well localised, the surgeon may undertake excision biopsy, where
an attempt is made to completely remove the tumour at the time of first biopsy.
In this situation, the pathologist will not only be able to confirm the
diagnosis, but can also comment on the completeness of excision, i.e., whether
the tumour has been completely removed. A full endoscopic examination of the
larynx, trachea, and esophagus is
often performed at the time of biopsy.
For small glottic tumours
further imaging may be unnecessary. In most cases, tumour staging is completed
by scanning the head and neck region to assess the local extent of the tumour
and any pathologically enlarged cervical lymph nodes.
The final management plan will
depend on the site, stage (tumour size, nodal spread, distant metastasis),
and histological type. The overall health and wishes of the patient must also
be taken into account.
Treatment
Specific treatment depends on the
location, type, and stage of the tumour. Treatment may involve surgery, radiotherapy,
or chemotherapy,
alone or in combination. This is a specialised area which requires the
coordinated expertise of ear, nose and throat (ENT) surgeons (otolaryngologists)
and oncologists.
3.Samuel W. Beenken, MD. "Laryngeal Cancer (Cancer
of the larynx)". Laryngeal Cancer (Cancer of the larynx).
Armenian Health Network, Health.am. Retrieved 2007-03-22.
Sesi temubual dengan wartawan Awani bersama Nisa Kasnoon.
Topik Kanser Peti Suara.
Pengalaman penulis berkongsi teladan mengenai penjagaan pesakit kanser yang dilalui oleh ayah penulis sendiri. Sudah melewati lima tahun menemani perjuangan hidup ayah penulis yang telah mengidapi penyakit kanser peti suara akibat dari amalan merokok sepanjang hayatnya. Dan kini menjadikan hari-hari lebih bermakna setelah bebas dari kenser tersebut.
Walau bagaimanapun ayah penulis masih terikat dengan jadual pemeriksaan kesihatan dari masa ke semasa. Prof. Madya Mohd. Razif Mohamad
Yunus dari HUKM antara pegawai perubatan yang telah banyak berjasa dan memberi semangat, dorongan dan bantuan terhadap ayah penulis..
Oleh BINTU RASYADA A. RAHMAN
bintu.rahman@utusan.com.my
Foto WAHIDDIN SALIM
Pembedahan bagi membuang tumor di bahagian kepala dan leher agak rumit dan memakan tempoh yang lama.
TATKALA Pakar Bedah Kanser Kepala dan Leher dari Pusat Perubatan
Universiti Kebangsaan Malaysia (PPUKM), Prof Madya Mohd. Razif Mohamad
Yunus menunjukkan gambar-gambar pesakit dibedah akibat menghidap kanser
jenis itu, terbit satu perasaan yang sukar diungkapkan di dada penulis.
Rasa gerun, takut dan seriau menyelubungi diri. Tidak dapat
diungkapkan bagaimana keadaan pesakit yang menjalani pembedahan bagi
membuang ketumbuhan di bahagian tersebut.
Penulis percaya, bila disebut tentang kanser, bagi kebanyakan
daripada kita hanya memikirkan soal mati. Apatah lagi bila ia
membabitkan bahagian kepala.
"Sebenarnya ramai yang tidak tahu bahawa pesakit kanser di bahagian
kepala dan leher mampu diselamatkan andainya mereka bertindak dari
peringkat awal. Walaupun bukan 100 peratus pulih seperti asal, namun
sekurang-kurangnya kita mampu menyelamatkan atau memanjangkan hayat
mereka dengan hidup yang lebih berkualiti," kata beliau.
Menurut Prof Mohd. Razif, kanser kepala dan leher dirujuk sebagai
satu kumpulan kanser di bahagian bawah otak hingga ke bahagian esofagus.
Ia merangkumi bibir, rongga mulut (termasuk lidah), rongga hidung,
sinus, tekak, peti suara dan salur pemakanan. Kadangkala, ia melibatkan
kes kombinasi dengan otak yang turut memerlukan perhatian pakar
neurologi.
Katanya, sebanyak 90 peratus daripada kanser jenis itu merupakan sel
squamous carcinoma yang berasal daripada lapisan mukosal (epitelium) di
kawasan tersebut. Biasanya ia akan merebak ke kawasan nodus limfa pada
leher dan ini merupakan tanda-tanda yang biasa dapat dilihat ketika
diagnosis.
Menurut beliau, punca yang dikaitkan dengan kanser kepala dan leher
adalah merokok, pengambilan minuman beralkohol, amalan mengunyah pinang,
sirih dan juga gambir serta beberapa jenis virus seperti virus papiloma
manusia (HPV).
Kata Prof. Mohd. Razif, kanser kepala dan leher lebih biasa menyerang
golongan lelaki usia pertengahan namun kes melibatkan wanita muda
berusia sekitar 20-an turut ditemui sejak akhir-akhir ini.
Ditanya sejauh mana seriusnya penyakit ini kata beliau, ia bergantung
kepada peringkat mana ia dikesan dan dirawat. Jika masih diperingkat
awal, pesakit mampu diselamatkan.
Walaupun umum jarang membicarakan mengenai kanser kepala dan leher,
hakikatnya secara global penyakit itu merupakan antara tiga jenis kanser
yang paling banyak dihidapi oleh kaum lelaki. Dan angkanya juga
menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2009, sebanyak
35,720 kes kanser kepala dan leher dikesan di Amerika Syarikat.
Simptom dan tanda-tanda:
Kanser di bahagian tekak biasanya bermula dengan simptom biasa
seperti pembesaran nodus limfa di luar bahagian leher, sakit tekak atau
perubahan suara. Namun jika ia berkaitan dengan kanser, keadaan ini
kelihatan lebih kronik. Ia mungkin dapat dilihat dengan jelas melalui
benjolan atau kesakitan di bahagian tekak, leher yang tidak sembuh untuk
tempoh yang lama. Pertuturan turut terjejas dan pesakit mungkin
mengalami sakit di bahagian telinga.
Menurut Prof. Mohd. Razif, biasanya kanser di bahagian kepala dan leher mudah dikesan.
"Sebagai contoh, kanser di dalam hidung. Pesakit akan menyedari
kelainan dan rasa terdapat ketumbuhan, bengkak dan keluar darah di
bahagian yang terbabit. Adakalanya ketumbuhan tersebut akan keluar
daripada hidung, begitu juga di bahagian-bahagian lain.
"Bagi kanser lidah dan mulut pula, ia biasanya ditunjukkan melalui ulser pada mulut yang luar biasa," katanya.
Jelas beliau, ulser adalah masalah biasa setiap individu dan ia akan
pulih dengan sendirinya selepas beberapa hari. Namun dalam kes ini,
ulser terlalu lama melebihi dua minggu dan ia semakin membesar sehingga
berdarah memberi petanda bahawa ia bukan sesuatu yang biasa.
Seandainya kanser itu terdapat di bahagian tekak pula, pesakit
biasanya mengalami kesukaran menelan dan kadangkala ia membengkak di
bahagian leher.
Begitu juga dengan kanser peti suara, dimana pesakit mengalami
kelainan pada suara melebihi dua minggu sehingga kadangkala boleh
menyebabkan suara hilang. Pesakit juga akan bernafas lebih kuat dan
seandainya di peringkat serius, ia boleh menyebabkan pendarahan.
Sebenarnya kanser di bahagian itu kata Prof. Mohd Razif saling
berkait antara satu sama lain. Ada pesakit yang mengalami kanser pada
hidung dan kemudian ia merebak ke bahagian leher dan ada yang bermula
dari leher ke hidung. Selepas itu ia merebak pula ke paru-paru, hati dan
seterusnya ke tulang.
Pesakit yang bertemu doktor akan menjalani ujian endoskop terlebih
dahulu pada bahagian yang dijangkiti. Jika terdapat tisu yang tidak
normal, mereka akan disarankan menjalani Selepas ujian saringan resonan
magnetik (MRI) dan CT scan. Seandainya disahkan menghidap kanser, mereka akan diberi cadangan rawatan mengikut peringkat yang bersesuaian.
Rawatan
Prof. Mohd Razif berkata, terdapat beberapa jenis rawatan yang perlu
dijalani pesakit bergantung kepada peringkat yang mereka alami.
Menurut beliau, ada pesakit yang hanya memerlukan pembedahan sahaja.
Ada pula yang memerlukan radioterapi sahaja dan ada pula yang perlukan
pembedahan diikuti dengan radioterapi. Terdapat juga pesakit yang
memerlukan pakej rawatan lengkap iaitu pembedahan diikuti kemoterapi dan
radioterapi.
Menurutnya, bagi pesakit kronik yang sudah berada pada tahap empat di
mana sel kanser sudah merebak ke seluruh tubuh badan, maka mereka
diberi rawatan paliatif yang menyokong pesakit.
Namun bagi pesakit yang dipercayai mempunyai harapan untuk sembuh, mereka akan dibedah bagi membuang kawasan yang dijangkiti.
Kata beliau, biasanya kes-kes melibatkan kanser kepala dan leher
memerlukan pemerhatian daripada pakar bedah kanser kepala dan leher,
pakar bedah plastik rekonstruktif, pakar telinga, hidung dan tekak,
pakar onkologi, pakar bedah mulut dan juga pakar terapi pertuturan.
Menurutnya, tidak semua hospital menawarkan kepakaran pembedahan untuk
kanser jenis itu kerana ia melibatkan risiko yang tinggi. Hanya hospital
tertentu termasuk PPUKM yang setakat ini melakukannya dan peratusan
kejayaan boleh dibanggakan.
Biasanya pesakit yang berada di tahap awal iaitu satu dan dua
mempunyai harapan yang tinggi untuk sembuh. Pembedahan panjang perlu
mereka lalui hingga kadangkala memakan masa selama 12 hingga 24 jam.
Jika tiada sebarang komplikasi dan pesakit tidak mempunyai penyakit
kronik yang lain, proses sembuh tidak mengambil tempoh yang lama.